Top Ad unit 728 × 90

Tulisan Terbaru

[recent]

Refleksi Hijrah Nabi Muhammad SAW bag.2

Refleksi Hijrah Nabi Muhammad SAW bag.2
Oleh : Ust. Jamaludin Junaedi

Pada tulisan terdahulu Refleksi Hijrah Nabi Muhammad SAW penulis telah menuturkan beberapa fakta yang berkaitan dengan hijrah Nabi Muhammad SAW.

Nah, Dalam tulisan kali ini penulis mengajak pembaca untuk mengambil pelajaran berharga dari perjalanan hijrah tersebut.

Banyak sekali pelajaran yang bisa kita ambil dari perjalanan hijrahnya Nabi SAW dari Mekah ke Madinah.  Bisa anda baca pelajaran-pelajaran tersebut dalam buku fikih sirahnya Munir ghadban, Khutuwat fi thariq al-Hijrah miliknya Imaduddin Khalil, Sirah Nabawiyah durus wa Ibar karangan Musthafa Siba’I dan tulisan-tulisan  DR Rhagib Sirjany. DR Raghib misalnya dalam tulisan beliau menyebutkan bahwa usaha yang Nabi lakukan saat hijrah bermanfaat pada zaman sekarang terutama bagi ilmu strategi dan planning.

Diantara pelajaran yang bisa kita ambil adalah:

1- (التخطيط الناضج مع حسن التوكل) Perencanaan yang matang dengan tawakal yang kuat
Pelajaran pertama yang berharga dari hijrahnya Nabi Muhammad Sallallahu ‘alaihi wa sallam adalah pentingnya perencanaan yang matang dalam segala urusan. Meskipun Nabi dituntun dengan wahyu, namun tetap saja ia  mengikuti sunnatullah dalam berusaha.

Ada dua indikasi kematangan rencana beliau, yaitu:
- توزيع المهام (Pembagian tugas)
Penugasan Ali bin Abi Thalib untuk tidur diranjangnya, Abu Bakar sebagai teman jalannya, Abdullah bin Abu Bakar sebagai mata-mata,  Goa tsur sebagai tempat transitnya merupakan indikasi bahwa hal itu sudah beliau rancang sebelumnya dan tidak atas dasar keserampangan. Taktiknya berhasil sehingga jejaknya tidak diketahui kaum quraesy padahal mereka telah mengumumkan sayembara bahwa siapa saja yang mendapati Muhammad baik hidup ataupun mati maka akan mendapatkan hadiah 100 unta.
- التدرج في الخطوات (langkah step by step)
Salah satu indikasi perencanaan yang matang adalah adanya tahapan langkah dalam bekerja. Dan ini sudah Nabi SAW laksanakan jauh-jauh hari sebelum berhijrah, langkah tersebut adalah sebagai berikut: Pertama; mengirim seorang da’I yang handal yaitu Mus’ab bin Umaer  untuk mengislamkan kota madinah, kedua; menyeru para penduduk madinah yang datang ke mekah untuk masuk islam. 

Ternyata dakwahnya berhasil, mereka merespon bahkan berbaiat (berjanji setia) untuk membela Nabi dan Islam baik dalam kondisi senang ataupun sengsara.   Dua hal ini membuat tingkat acceptabilitas (keberterimaan) kota madinah akan kedatangan Nabi SAW sangatlah tinggi bahkan menjadi sosok pahlawan yang dirindukan.

Perlu kita ingat bersama bahwa planning yang matang akan membuahkan pekerjaan yang tuntas dan kecintaan Allah Subahanahu wa Ta’ala kepada kita

Nabi bersabda:

إن الله يحب إذا عمل أحدكم عملا أن يتقنه. أخرجه أبو يعلى والطبراني، وقد صححه الألباني في الصحيحة نظرا لشواهده.

Artinya: Sesungguhnya Allah Ta’ala mencinta seseorang yang apabila ia bekerja mampu menyelesaikan pekerjaannya dengan baik (sempurna) (HR Abu Ya’la dan Thabrani ; Shahih).

Namun ada yang wajib dicamkan baik-baik bahwa “Usaha manusia tidaklah cukup untuk memuluskan sebuah keinginan dan harapan, perlu adanya usaha lain yaitu kedekatan hamba dengan  Sang Rabbnya”

Inilah yang dapat kita ambil ibrahnya dari diselamatkannya Nabi dan Abu Bakar di Goa tsur dengan adanya jaring laba-laba dan sarang burung. Siapakah yang memerintahkan kedua hewan itu ? tidak ada campur tangan manusia, hanya Allah Subahanahu wa Ta’ala semata yang melakukan.
Manusia tidak mungkin mampu melakukan hal itu.

Siapakah yang mampu menyelamatkan mereka berdua dari kejaran Suraqah yang sangat berambisi membunuh Nabi SAW demi 100 ekor unta?. Allah Subahanahu wa ta’ala !
Bukan hanya menyelamatkan bahkan menundukan suraqah menjadi seorang yang beriman.

2- ( المبادئ خط أحمر ) Prinsip hidup adalah harga mati
Ada hal yang aneh bin ajaib bahkan lucu dikalangan kafir quraesy. Meskipun mereka memusuhi Nabi Muhammad SAW dengan berbagai cara namun satu-satunya bank yang mereka anggap aman untuk menitipkan harta benda mereka adalah Nabi Muhammad SAW itu sendiri.

Ini mustahil terjadi pada zaman manapun. Kalau sama musuh, jangankan nitipin barang. Hanya sekedar lihat mukanya saja sudah muak. Orang bilang seperti itu.

Dalam keadaan bermusuhan dan genting, Nabi SAW tidak begitu saja kabur ke madinah dan lepas tanggungjawab atau bahkan merampas harta benda mereka untuk perbekalan di perjalanan. Ia tidak berlaku demikian !

Sebelum berangkat, ia berpesan kepada Ali bin Abi Thalib untuk mengembalikan titipan-titipan kafir quraesy.

Inilah yang namanya prinsip hidup.
“Prinsip amanah dan prinsip hidup lainnya tidak Nabi lepas sekalipun dengan musuh”
Prinsip islam ini perlu kita pegang teguh kapanpun dan dimanapun. Mungkin saja sewaktu-waktu kita ikut suami ke negeri eropa. Kita ditawari minuman memabukan dan judi janganlah diikuti. Teman-teman kita tidak ada yang shalat, jangan juga kita ikut-ikutan tidak shalat.

3- (التضحية)  Pengorbanan
Dalam hidupnya, Nabi SAW sudah terbiasa menghadapi ancaman atas keselamatan nyawanya, mendapatkan teror setiap saat  bahkan usaha pembunuhan, baik dengan pedang ataupun racun. Ya itulah Nabi besar kita Muhammad SAW !

Andaikata Nabi SAW orang penakut seperti kebanyakan kita, mungkin risalah islam tidak sampai ke kita.

Di titik inilah kita bisa menilai bahwa tidak ada jihad tanpa ada sebuah pengorbanan.

Ini juga yang dialami oleh Ummu Salamah tatkala hijrah ke madinah. Suaminya berangkat  ke madinah sendirian, ia dikurung oleh kabilahnya agar tidak pergi, tangan anaknya terputus akibat adanya rebutan antara kabilahnya ummu salamah dan kabilah abi salamah. Selama satu tahun lamanya ia terpisah dari anak dan suaminya. Dia amat bersedih namun tetap bersabar, sampai akhirnya Allah pertemukan ia kembali dengan suaminya di madinah.

Berbeda dengan kasus Suheb ar-Rumy, ia meninggalkan seluruh harta kekayaannya yang berada di mekah demi hijrah ke madinah.

Apa yang telah anda korbankan untuk agama ini?
Kalau tidak ada, maka anda perlu menginterospeksi diri.
Jangan sampai islam tidak maju bahkan mundur karena ada anda di dalamnya.
Mari sama-sama berjuang untuk agama Allah.
Wallahu A'lam.

Refleksi Hijrah Nabi Muhammad SAW bag.2 Reviewed by DD Azhar on 8:09 AM Rating: 5

No comments:

All Rights Reserved by DD Al-Azhar Mesir © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by DD Al-Azhar Mesir

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.