Potret Kehidupan Dunia
Potret Kehidupan Dunia
Oleh: Ust. Muhammad Mardiun, Lc.
Dalam bahasa Arab, dunia adalah bentuk feminine gender dari adna, yang berarti terdekat. Kehidupan di bumi memang adalah kehidupan yang terdekat manusia. Setelah ini, adalah kehidupan abadi yang sedang pasti menanti.
Dunia dibandingkan akhirat, seperti setetes air di tengah samudra. Namun yang setetes inilah yang menentukan isi samudra itu ke depannya, jika ia baik, maka baiklah samudra ini nantinya, demikian juga sebaliknya, ibarat kata pepatah, “karena nila setitik, rusak susu sebelanga”.
Ungkapan “telur hari ini lebih baik dari pada ayam esok hari”, tidak berlaku di sini, jika perbandingannya antara dunia dan akhirat. Allah SWT berfirman: “Maka apakah orang yang Kami janjikan kepadanya suatu janji yang baik (surga) lalu ia memperolehnya, sama dengan orang yang Kami berikan kepadanya kenikmatan hidup duniawi; kemudian dia pada hari kiamat termasuk orang-orang yang diseret (ke dalam neraka)?” (QS Al-Qasas:61)
Jangan sampai kita berpikir seperti orang kafir yang direkam oleh Al-Qur’an: “Kehidupan itu tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini, kita mati dan kita hidup dan sekali-kali tidak akan dibangkitkan lagi.” (QS Al-Mukminun:37)
Ada satu ayat menarik yang harus sering kita renungi tentang gambaran dunia beserta isinya dan para penduduknya menjelang hari kiamat nanti:
“Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dan langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-permliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang berfikir.” (QS Yunus: 24)
Semoga Allah SWT memberi kita semua taufiq untuk bisa bersikap seperti orang yang disifati oleh-Nya dan Rasul-Nya di bawah ini:
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” (QS At-Taubah: 111).
“Orang yang cerdas di antara umatku, adalah orang mampu menundukkan, mengendalikan nafsunya, lalu beramal untuk bekal setelah mati, dan orang yang lemah, adalah orang yang selalu mengikuti hawa dari nafsunya, sambil berandai-andai dan berharap-harap kepada Allah" (HR Tirmidzi).
Wallahu a'lam bis shawab.
Potret Kehidupan Dunia
Reviewed by DD Azhar
on
7:48 AM
Rating:
Reviewed by DD Azhar
on
7:48 AM
Rating:

No comments: