Top Ad unit 728 × 90

Tulisan Terbaru

[recent]

Alokasi dana studi agama islam, antara Yahya bin Ma'in dan kita


Banyak yang berfikiran kalau belajar agama itu murah meriah.
Ya memang tidak bisa dipungkiri bahwa alokasi dana yang diberikan untuk pelajar agama itu lebih kecil dibandingkan pelajar umum seperti kedokteran, arsitek dan ilmu umum lainnya.
Perlu diketahui bahwa murahnya biaya belajar agama bukan karena murahnya buku2 keagamaan yang harus di beli. bukan karena perjalanannya yang santai dan dekat, tapi karena  guru agama banyak yang menyumbangkan totalitas waktunya untuk umat dengan ikhlas. 
Ini yang terkadang tidak difahami banyak kalangan.
saya suka prihatin tatkala mendengar beasiswa untuk jurusan umum yang disuply ratusan juta bahkan milyaran dalam satu semester sedangkan jurusan agama cukup dengan junaehat wa bas atau bantuan alakadarnya, dengan alasan bahwa living cost dan biaya spp nya murah.
Jujur.. memang di manapun kita pergi untuk mencari ilmu agama. Di Mesir, Saudi arabia, Dll biaya hidup dan sppnya pasti murah (terkecuali bberapa univ saja), namun ada yang tidak diketahui banyak orang bahwa biaya untuk membeli buku sangat besar.
100 karton marlboro itu belum cukup memenuhi kebutuhan primer buku2 keagamaan. Belum lagi kalau bicara buku yang sekunder dan tersier.
Sebagai perbandingan saja...
Dulu, Yahya bin Ma'in (158-233 H) gurunya imam bukhari pernah dapat warisan dari ayahnya, sekpri raja Abdullah bin Malik sebesar 1.050.000,- dirham.
kalaulah kita gunakan perhitungan kasar saat itu.
maka : 1.050.000 : 12 = 87.500 dinar x 4.25 gram (24 karat) =  371.875 gr x 400 ribu = 148,75 Milyar..
jadi, warisannya saat itu adalah sekitar Rp: 148,75 Milyar.
Tahukah anda berapa biaya yang dia keluarkan untuk menimba ilmu agama?
Semua uangnya habis. Dan saking habisnya, ia tidak punya sendal sama sekali, sebagaimana dijelaskan Ibnu Hajar dalam Tahdzib at-Tahdzib.
dan tahukah anda berapa buku yang dia miliki?
dia punya buku sebanyak 114 rak dan 20 guci besar yang semuanya terisi penuh dengan buku.
12 dirham=1 dinar.
beliau hidup dua abad setelah Nabi SAW wafat dan kita sekarang hidup 12 abad setelah Yahya bin Ma'in tiada, yang mana sudah banyak sekali buku baru yang ditulis oleh para ulama.
Kira-kira berapa alokasi dana yang dibutuhkan pelajar agama sekarang untuk beli buku?
Ini biaya di luar living cost, spp, perjalanan ke negara2 muslim untuk mencari ilmu dari para masyayekh, sebagaimana yang dilakukan Ahmad bin Hanbal dulu.
‪#‎Semoga‬ tulisan ini menjadi pertimbangan bagi lembaga-lembaga yang memberikan beasiswa bagi para pelajar agama.
by: Jamaludin Junaedi
Alokasi dana studi agama islam, antara Yahya bin Ma'in dan kita Reviewed by DD Azhar on 10:58 PM Rating: 5

No comments:

All Rights Reserved by DD Al-Azhar Mesir © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by DD Al-Azhar Mesir

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.