Top Ad unit 728 × 90

Tulisan Terbaru

[recent]

Ayat-ayat yang membuat si badui terperosok pada lubang hidayah

Ayat-ayat inspiratif (1)
Ayat-ayat yang membuat si badui  terperosok pada lubang hidayah

Siapa yang pernah mengira saat itu kalau seorang pagan bisa menjadi penggerak perubahan?
Siapa yang menyangka kalau preman pasar mampu untuk mengguncang singgasana Kisra Persia dan Kaisar Romawi?  Bagaimana mungkin orang yang tidak punya cita-cita memimpin bangsa arab  malah mampu untuk merubah peta kekuasaan dunia?.
Watak baduinya yang amat keras, membuat Seorang sahabat Nabi yaitu Amir bin Rabi’ah mematahkan harapan isterinya yang sempat bertemu dengan si badui  sebelum keduanya hijrah ke habasyah.  Wahai Amir, dari gelagatnya saya bisa merasakan bahwa ia bisa saja masuk islam. Tutur sang isteri.
Namun Suaminya dengan tegas menjawab: Dia tidak akan masuk islam sebelum himarnya al-Khattab masuk islam.
Dia adalah Umar bin Khattab. seorang khalifah kedua umat islam yang sangat ditakuti imperium besar dunia, persia dan romawi.
Tapi, bagaimana ceritanya orang yang berwatak keras, galak dan jagoan  bisa luluh hatinya dengan islam? bagaimana ia bisa berubah haluan dari seorang pembenci islam dan Nabinya menjadi seorang pecinta sejati?
Ternyata, ada moment yang membuatnya luluh di hadapan kebenaran yang dicampakkannya selama ini. moment itu mungkin sangat sepele bagi orang lain tapi tidak demikian bagi Umar.
Hidayah itu datang tatkala ia membacakan  ayat-ayat al-Quran yang tadinya dianggap biasa namun ternyata mampu menusuk ulu hatinya.
Tahukah anda ayat yang dimaksud?
QS Thaha 1-14 adalah jawabannya.
طه (1) مَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَى (2) إِلَّا تَذْكِرَةً لِمَنْ يَخْشَى (3) تَنْزِيلًا مِمَّنْ خَلَقَ الْأَرْضَ وَالسَّمَاوَاتِ الْعُلَى (4) الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى (5) لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَمَا تَحْتَ الثَّرَى (6) وَإِنْ تَجْهَرْ بِالْقَوْلِ فَإِنَّهُ يَعْلَمُ السِّرَّ وَأَخْفَى (7) اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى (8) وَهَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ مُوسَى (9) إِذْ رَأَى نَارًا فَقَالَ لِأَهْلِهِ امْكُثُوا إِنِّي آنَسْتُ نَارًا لَعَلِّي آتِيكُمْ مِنْهَا بِقَبَسٍ أَوْ أَجِدُ عَلَى النَّارِ هُدًى (10) فَلَمَّا أَتَاهَا نُودِيَ يَا مُوسَى (11) إِنِّي أَنَا رَبُّكَ فَاخْلَعْ نَعْلَيْكَ إِنَّكَ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًى (12) وَأَنَا اخْتَرْتُكَ فَاسْتَمِعْ لِمَا يُوحَى (13) إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي (14)

Bagaimana ceritanya?
Jadi, begini ceritanya...
Tatkala umar bin khattab menyaksikan perpecahan dalam tubuh quraesy; ada kubu yang pro Muhammad dan ada kubu yang anti dengannya. Iapun memutuskan untuk mengamputasi masalah dari akarnya. Satu-satunya pilihan yang ia anggap tepat adalah membunuh Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Akhirnya, dia pergi mencari baginda Nabi. 

Saat diperjalanan  dia bertemu dengan Nu’aim bin Abdillah RA, salah seorang dari kabilah Umar sendiri yaitu kabilah bani Adi’ yang masuk islam tapi menyembunyikan keislamannya. 
Nu’aim bertanya: Mau pergi kemana wahai Ibnu al-Khattab?
Umar menjawab: Aku mau pergi mencari Muhammad, orang yang telah memecah belah kaum Quraesy, aku hendak membunuhnya !!!
Mendengar jawabannya yang mengejutkan, Nu’aimpun berdiplomasi agar Umar mengurungkan niatnya. 
Wahai Umar, kamu ingin bunuh Muhammad? Jangan gegabah, Bani Abdi Manaf bisa balas dendam kepadamu atas kematiannya.
Lalu ia lanjutkan: Wahai Umar,, beresin dulu adikmu Fatimah dan suaminya said bin zaid, keduanya sudah masuk islam !!! tanggapan Nu’aim untuk mengalihkan perhatian Umar.
Mendengar berita tersebut, Umarpun kaget. Ia tidak habis fikir, bagaimana adiknya bisa masuk islam tanpa sepengetahuan dirinya?

Iapun bergegas menuju rumah adiknya.
Saat itu, di dalam rumah ada 3 orang. Khabbab bin al-Arat; seorang sahabat yang Nabi tugaskan untuk mengajarkan al-quran secara sembunyi-sembunyi, Said bin Zaed dan Fatimah. 
Sampai di halaman rumah, Umar mendengar suara yang menurutnya aneh (baca: al-Quran). 
Buka !!! teriak Umar depan pintu rumah adiknya.
Mendengar teriakan, adiknyapun tahu kalau itu Umar.
Khabbab sembunyi di kamar, dan Said membukakan pintu.
Dengan Nada tinggi dan marah, Umar langsung tanya: Suara apa tadi ???
Said dan isterinya jawab: Tidak ada apa-apa, wahai Umar.
Demi Allah, Aku telah diberitahu akan keislaman kalian berdua…lalu tanpa basa basi Umarpun menonjok Said dengan keras.
Melihat suaminya yang tidak berdaya, Fatimahpun melerai Umar.
Umarpun akhirnya mendaratkan pukulan ke wajah adiknya sampai mukanya bercucuran darah.
Melihat kondisi isterinya yang terluka, dengan jujur Said berkata: Wahai Umar, apa yang engkau katakan benar. Kami berdua sudah masuk islam. Kalau engkau mau bunuh kami, maka bunuhlah !!! 
Kami beriman tanpa sepengetahuanmu…tambah adiknya.

Setelah mendengar kabar tersebut, rasa marah, kesal, kaget dan juga sedih karena telah memukul adiknya berkecambuk dalam hatinya. Akhirnya dia duduk lemas.
Wahai Fatimah, mana kertas yang kalian baca tadi? Tanya Umar.
Kamu najis (musyrikh) wahai umar…tidak pantas memegangnya. Jawab adiknya menantang.
Akhirnya, Umar pergi mandi.
Setelah suci, adiknya menyerahkan secarik kertas yang tertulis di dalamnya QS Thaha 1-14.
Perlahan-lahan ia baca  dan dengan penuh perenungan, akhirnya ia meneteskan air mata dan berkata: Sungguh luar biasa !!! sungguh Indah !!! 

Mendengar ucapan Umar, Khabbabpun keluar dari kamar dan dengan gembira ia menyampaikan kabar: Wahai Umar, aku pernah mendengar Nabi bersabda dan aku berharap engkaulah yang beliau maksudkan: 
اللَّهُمَّ أعز الْإِسْلَام بعمر بن الْخطاب أَو بعمر بن هِشَام "
Ya Allah. Jadikanlah islam ini “Izzah” (mulia) dengan kehadiran Umar bin Khattab atau Amr bin Hisyam (abu jahal).

Tunjukkanlah kepadaku di mana Rasulullah. Tanya Umar
Khabbab: Ia berada di dar al-Arqam.
Umar bergegas pergi menuju Darul-Arqam.
Tok tok !!!
Seorang sahabat Nabi keluar dan mengintip dari pintu… wahai Rasulullah,, Umar.. Umar datang dengan membawa pedang. Jawabnya dengan ketakutan.
Hamzah bin Abdul Muththalib yang juga baru tiga hari masuk islam menimpalinya dengan tegas: Bukakanlah. Apabila ia berniat baik, kita akan layani dengan baik. Kalau ia berniat jahat, akan kita bunuh dengan pedangnya sendiri.
Saat itu Nabi SAW sedang berada bersama 40 orang sahabat yang lain 
“Izinkanlah dia masuk”  kata Nabi.
Umarpun masuk dan para sahabat ketakutan.

Nabi persilahkan Umar untuk masuk kamar, dan beliau Tanya: Apa tujuanmu datang kemari wahai Umar???
Umar menjawab: Aku Ingin masuk islam.
Rasulullahpun dengan penuh gembira bertakbir dan diikuti oleh para sahabat.
Umarpun mengucapkan kalimat syahadat.
Sejak  Umar masuk islam, islam memasuki era baru yaitu era “Izzah”.
Dalam riwayat bukhari, Abdullah bin Mas’ud mengatakan: 
مَازِلْنَا أَعِزَّةً مُنْذُ أَسْلَمَ ‏ ‏عُمَرُ
Kami menjadi Izzah (mulia) sejak Umar masuk islam.
Allah Akbar  !!!
Cerita di atas di ambil dari bukunya Ibnu al-Jauzy “Kasyf al-Musykil” ) 1/261), dan Ibnu Syabah dalam bukunya Tarikh al-Madinah (2/657) dan lain-lain.

Pertanyaannya: Sudahkah al-Quran menginspirasi kita sebagaimana Umar?
By: Jamaludin Junaedi

Ayat-ayat yang membuat si badui terperosok pada lubang hidayah Reviewed by DD Azhar on 11:38 PM Rating: 5

No comments:

All Rights Reserved by DD Al-Azhar Mesir © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by DD Al-Azhar Mesir

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.