Top Ad unit 728 × 90

Tulisan Terbaru

[recent]

Meneladani kepedulian shalafus shaleh

Meneladani kepedulian shalafus shaleh

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Khutbah pertama

الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيأت أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له. أشهد أن لااله الا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد يحيى ويميت وهو على كل شيء قدير وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الذى بلغ الرسالة وأدى الأمانة ونصح الأمة وجاهد فى الله حق جهاده وعبد ربه حتى يأتيه الييقين. 
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى أله وأصحابه ومن اتبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد.
فيا أيها الحاضرون، أوصيكم ونفسى بتقوى الله, وقد فاز المتقون : قال الله تعالى فى القران الكريم أعوذ بالله من الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم : لن تنالوا البر حتى تنفقوا مما تحبون  وما تنفقوا من شىء فإن الله به عليم.  وقال النبى صلى الله عليه وسلم : لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه

Hadirin sidang jumáh yang di muliakan Allah SWT

Manusia adalah  makhluk sosial. Saat lahir, dia membutuhkan dekapan seorang ibu. Saat kecil butuh teman bermain. Saat dewasa memerlukan teman hidup, dan saat beranjak tua perlu orang yang merawat serta memperhatikannya. Bahkan saat meninggal pun, masih membutuhkan orang lain untuk memandikan, menshalatkan, dan menguburkannya.
Karena itu, sejak manusia belum terlahir hingga setelah meninggal, pasti butuh kehadiran orang lain. 
Tidak bisa kita bayangkan bila  ibu kita dulu tidak mau mengandung dan membesarkan kita, akan seperti apakah kita ini.  Bila tetangga kita acuh, tidak bersahabat, lingkungan manakah yang akan mendewasakan kita. Bila kita mati, orang disekitar kita tidak mau menguburkan, apa jadinya kita…?
Disinilah pentingnya ada sebuah kepedulian antar sesama.

Hadirin sidang jumat rahimakumullah…
Sangatlah  tidak tepat bila dalam hidup ini kita menjadi egois, mementingkan diri sendiri dan tidak ada rasa kepeduliaan sama orang lain. Rasa peduli ini ibarat batu bata untuk bangunan yang bernama kasih sayang. Tanpa ada rasa peduli tidak mungkin ada rasa kasih sayang. 
Dalam sebuah hadits yang shahih, Nabi Muhammad SAW telah mengingatkan kita akan pentingnya rasa kasih sayang dan cinta kepada orang lain, sebagaimana dalam sabdanya :  
لايؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه
Artinya : tidaklah sempurnna iman seseorang, sehingga ia mencintai orang lain sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri

Dalam hadits lain, Baginda Rasulullah SAW bersabda :                                                                           
     عن النعمان بن بشير  قال : قال النبى صلى الله عليه وسلم : مثل المؤمنين فى توادهم وتراحمهم وتعاطفهم مثل الجسد إذااشتكى منه عضو تداعى له سائر الجسد بالسهر والحمى
Artinya : Dari   Nu’man bin Basyir RA. Ia berkata : Rasulullah SAW bersabda  : Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal kecintaan, kasih sayang dan simpati diantara sesama mereka ibarat satu tubuh. Bila salah satu anggota tubuh merasakan rasa sakit, maka anggota tubuh yang lainnya akan ikut empati dengan sakitnya itu , dengan cara tidak tidur  dan demam.

Sidang jum’at yang dimuliakan oleh Allah SWT…

Ada cerita yang menarik, yang bisa kita renungkan dari  sikap kepedulian Rasulullah terhadap sahabatnya : 
Suatu hari seorang lelaki datang kepada Rasulullah SAW membawa daging masak seraya berkata, ''Ya Rasulullah, terimalah ini untuk para fakir miskin yang membutuhkannya.'' 
Waktu itu para fakir miskin yang ada di Masjid Nabawi sudah makan malam. ''Adakah di antara kalian yang masih mau makan daging itu?' Tanya Nabi.
' Mereka menjawab, ''Tidak, ya Rasulullah. Bukankah kami sudah makan?'' 
Rasulullah SAW kemudian menyuruh Abu Hurairah mengantarkan daging itu kepada Ummul Yatama, wanita yang ditinggal suaminya dan mempunyai beberapa anak. ''Saya diutus Rasulullah untuk mengantarkan daging untukmu dan anak-anakmu,'' kata Abu Hurairah.
Namun, Ummul Yatama berkata dengan ramah, ''Sampaikan salamku untuk Rasulullah. Semoga beliau dan Anda mendapat balasan yang setimpal atas kemurahan ini. Aku dan anak-anakku, Alhamdulillah sudah makan. Mereka kini sudah tidur semua.'' 
Namun, Abu Hurairah memaksanya. ''Terima saja, ya Ummul Yatama, besok pagi kalau anak-anakmu bangun tidur berikanlah daging ini.'' Ibu itu menolak lagi. ''Wahai Abu Hurairah, siapa yang menjamin kami akan hidup hingga esok pagi? Bawa saja daging itu dan berikanlah kepada orang yang lebih fakir dari kami.''
Subhanallah, betapa indahnya akhlak Rasulullah SAW dan para sahabat. Satu sama lain saling memperhatikan dan tidak mementingkan dirinya sendiri. Keimanan mereka terpatri kuat bagai baja. Hati nurani mereka peka terhadap kesusahan dan penderitaan orang lain.

Sidang jum’at  rahimakumullah …

Para sahabat sangatlah peduli dengan sahabat yang lainnya. Dikisahkan, bahwa dalam sebuah peperangan, ada beberapa sahabat yang sudah sekarat dengan luka-luka parahnya membutuhkan bantuan medis dan air minum. Tatkala didatangkan kepadanya air minum: wahai saudaraku, minumlah air ini, biar engkau bias pulih kembali. Tutur sipembawa air. Iapun menjawab : kasihkanlah air itu pada yang lain  yang lebih membutuhkan. 
Akhirnya sipembawa air inipun bergegas menuju lain orang yang sama-sama luka parah,  dan ternyata semua orang yang ia temui semuanya memberikan jawaban yang sama. “ Berikanlah air itu pada orang yang lebih membutuhkan “ 
Tatkala tidak ada lagi orang yang mau menerima, akhirnya sipembawa air itu kembali lagi pada orang petama. Ketika ia temui ternyata orang tersebut sudah mati syahid, kemudian ia datangi lagi orang yang kedua, ternyata mengalami nasib yang sama dan seterusnya.
Subhanallah, demi sebuah kepedulian akan orang lain, nyawapun mereka korbankan…
Lalu, bagaimanakah dengan kita…? 
Ditengah-tengah makin merajalelanya kemiskinan, kelaparan dan krisis umat yang berkepanjangan.

Hadirin siding jum’at rahimakumullah…

Kepedulian tidaklah identik dengan harta atau hal yang bersifat material.  Rasa empati, simpati, rasa solidaritas pun bisa masuk dalam nilai-nilai kepedulian
Berikut ini adalah kisah-kisah kepedulian yang diperlihatkan para salaf shaleh dan tidak bersisfat material.
1. Umar bin abdul aziz 
Ketika salah seorang  muslim ditawan oleh raja romawi, umar bin abdul aziz langsung mengirimkan surat sama raja romawi tersebut . dalam isi suratnya ia menulis “ keluarkan tawanan  muslim itu atau akan saya kerahkan seluruh pasukan umat islam, yang garda depannya ada di tanah romawi dan ujungnya ada di tanah kami “
Membaca surat tadi,  raja romawipun tidak banyak fikir, ia langsung melepaskan tawanan muslim tersebut.
2. Shalahuddin al-ayyuby
dalam sejarah disebutkan, bahwa ia tidak pernah tertawa ceria ketika al-quds palestina masih dikuasai oleh musuh-musuh Allah SWT, ketika ditanya : “ Wahai amir, kenapa engkau tidak pernah tertawa selama ini? Ia menjawab “ bagaimana aku bisa tertawa ria, sedang al-quds menangis ?. sampai akhirnya, al-quds ia bebaskan dari tangan musuh-musuh Allah SWT

Hadirin sidang jum’at rahimakumullah

Seperti itulah Nabi Muhammad SAW, para sahabat dan salafusshaleh bermasyarakat. Penuh dengan nilai-nilai kepedulian. Dengan harta, perasaan empati, dan lain sebagainya.

بارك الله لى ولكم ونفعنى وإياكم بما فيه من الأيات والذكر الحكيم وأستغفر الله لى ولكم ولسائر المسلمين والمسلمات إنه هو الغفور الرحيم


Khutbah kedua

الحمد لله الذى أرسل رسوله بالهدى ودين الحق ليظهره على الدين كله وكفى بالله شهيدا. أشهد أن لاإله الا الله وأشهد أن محمدا رسول الله. اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى أله وصحبه أجمعين. أما بعد. فيا عباد الله أوصيكم ونفسى بتقوى الله فى السر والعلن قال الله تعالى فى القرأن الكريم : وتزودوا فإن خير الزاد التقوى واتقونى يا أولى الألباب.

Dari petikan cerita tadi, seyogyanya kita merenung, memikirkan tentang apa yang telah kita berikan untuk umat islam ini, 
Sudahkah kita mencontoh keteladanan Rasulullah SAW dan sahabatnya? ditengah masyarakat ? disekeliling kita yang sangat membutuhkan uluran tangan?  Sudahkah kita memperaktekan apa yang dilakukan oleh Shalahudin al-Ayyubi, ketika ia merasa perihatin ketika al-quds dikuasai musuh islam, ditengah kekejaman dan kebiadaban Israel terhadap rakyat palestina sekarang ini ? 
Apa yang telah kita berikan untuk muslim Suria, rohingga, afrika tengah, Somalia ?
Kalau tidak ada atau bahkan kita acuh tak acuh dengan kejadian yang menimpa kaum muslimin di sana, maka mari kita intropeksi kembali keimanan kita masing-masing. Bisa jadi hal ini sebuah pertanda bahwa  keimanan kita belum sempurna.

Hadirin sidang jum’at rahimakumullah…

Mari kita tundukkan hati kita,  memanjatkan doa ke khadirat Allah SWT. Mudah-mudahan kita bisa mencontoh kepedulian yang dipraktekan para Nabi SAW dan para sahabatnya dalam kehidupan kita sekarang ini. 
اللهم صل على سيدنا محمد وبارك وسلم .. أمين يا رب العالمين
اللهم اغفر لنا ذنوبنا وخطايانا كلها. اللهم أنعشنا واجبرنا لصالح الأعمال والأخلاق إنه لا يهدى لصالحها ولا يصرف سيئها إلا أنت. الللهم اجعل خير أعمارنا أخرها , وخير أعمالنا خواتمها وخير أيامنا يوم نلقاك. اللهم عافنا فى أبداننا وفى أسماعنا وفى أبصارنا ما أحييتنا يا رب العالمين. اللهم إنا نسألك الهدى والتقى والعفاف والغنى.  اللهم حصل مقاصدنا واقض حوائجنا ونور قلوبنا وصصح أجسادنا وتقبل دعاءنا يا مجيب السائلين. أللهم أحينا سالمين وتوفنا مسلمين واحشرنا فى زمرة الشهداء والصالحين. اللهم انصر إخواننا المستضعفين والمجاهدين فى فلسطين, وفى العراق وفى كل مكان يا رب العالمين.
ربنا أتنا فى الدنيا حسنة وفى الأخرة حسنة وقنا عذاب النار. سبحان ربك رب العزة عما يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

By : Jamaludin Junaedi


Meneladani kepedulian shalafus shaleh Reviewed by DD Azhar on 1:37 PM Rating: 5

No comments:

All Rights Reserved by DD Al-Azhar Mesir © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by DD Al-Azhar Mesir

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.